Berbagi Darah Berbagi Kehidupan

112
Salah satu mahasiswa sedang mendonorkan darahnya setelah memenuhi syarat untuk mendonor pada hari Kamis (10/01) di ruang Shalesmanship Perguruan Tinggi Asia Malang. Foto : Mei/API

Malang, API – Mahasiswa Program Studi Sistem Komputer (SK) kembali menyelenggarakan kegiatan donor darah yang bertajuk “Berbagi Darah Berbagi Kehidupan” pada hari Kamis (10/01) yang berlokasi di kampus pusat Perguruan Tinggi Asia Malang. Kegiatan donor darah ini merupakan agenda tahunan yang dilaksanakan pada awal tahun dengan tujuan untuk mensosialisasikan pentingnya donor darah untuk menjaga kesehatan.

Adi Diawan selaku ketua pelaksana kegiatan menjelaskan bahwa cukup banyak partisipan yang mengikuti acara donor darah. Kegiatan ini tidak hanya menyasar mahasiswa Asia tetapi juga untuk khalayak umum. “Tahun ini ada peningkatan yang mendaftar untuk donor darah dan kebanyakan dari mahasiswa. Namun sayangnya, ada beberapa yang tidak bisa melanjutkan untuk donor darah karena begadang untuk mengerjakan tugas. Sedangkan salah satu dari syarat untuk donor darah adalah tidak begadang,” jelas Adi saat ditemui di depan ruang shalesmanship kampus pusat.

Tahap pertama untuk mengikuti kegiatan donor darah adalah mendaftarkan diri. Langkah selanjutnya mencuci kedua tangan dengan sabun antiseptik supaya steril. Setelah itu masuk kedalam ruangan untuk menunggu diperiksa oleh  pihak PMI. Jika telah memenuhi syarat maka tindakan transfusi akan segera dilaksanakan.

Partisipan yang mendonorkan darahnya mendapat bingkisan berupa roti, obat penambah darah, air mineral dan susu. “Sebelum donor kita di cek dulu sama pihak PMI dari berat badan, darahnya, golongan apa, terus tensi, ditanya tadi malam begadang apa nggak, minum obat-obatan apa nggak, kalau semuanya lolos baru kita boleh donor,” terang Firmanta mahasiswa program studi manajemen yang berpartisipasi dalam acara donor darah tersebut.

Dalam kegiatan donor darah ini panitia bekerja sama dengan PMI Kota Malang, dimana darahnya nanti akan di distribusikan ke seluruh rumah sakit di  Malang Raya. “Donor darah itu sama dengan cek kesehatan. Karna saat donor kita bisa mengetahui apakah kita memiliki penyakit apa nggak. Saya sendiri sudah enam puluh kali ikut donor dan alhamdulilah saya jarang sakit. Sebelumnya saya suka pusing saat donor darah tapi sekarang tidak,” ujar Syai’in perwakilan dari anggota PMI kota Malang. (Diah/API)