Disiplin Militer Mahasiswa Baru

88
Aula Jenderal Sudirman
Mahasiswa Baru mendapatkan berbagai materi Bela Negara dari Pusdik Arhanud yang ditempatkan di Aula Jenderal Sudirman, Kamis (28/09). Setelah itu, peserta PPKMB diberi materi tentang Pelatihan Baris-Berbaris.(foto: hadi/API)

Berdasarkan Surat Edaran Kemenristekdikti nomor 468/B/SE/2017 tentang PKKMB, tahun ini Perguruan Tinggi Asia menerapkan Pembinaan Kesadaran Bela Negara dalam konsep pengenalan kampus kepada mahasiswa baru. Tidak hanya berupa materi seperti tahun sebelumnya, mahasiswa baru 2017 mendapatkan pelatihan khusus di Pusat Pendidikan Artilery Pertahanan Udara (Pusdik Arhanud) Karangploso, Kamis (28/09/2017).

Disebutkan di dalam Surat Edaran tersebut, Pembinaan Kesadaran Bela Negara dimaksudkan sebagai penanggulangan radikalisme, terorisme, dan bahaya penyalahgunaan narokoba. Salah satu kalimat yang menjelaskan hal tersebut yaitu pada pedoman materi poin ke-8, “Secara umum materi kegiatan PKKMB, terdiri dari: 8. Penanggulangan radikalisme, terorisme, dan penyalahgunaan narkoba, anti korupsi, serta plagiarisme.”

Terlepas dari pedoman pelaksanaan tempat yang tercantum pada Surat Edaran tersebut, mahasiswa baru 2017 yang tiba di halaman kampus pusat dari pukul lima pagi, mendapatkan arahan serta absensi sebelum pemberangkatan. Sesaat beberapa menit setelah belasan kendaraan angkut TNI tiba, sebanyak kurang lebih 300 peserta PKKMB diantar menuju Pusdik Arhanud Karangploso.

Sesampainya, susunan kegiatan pertama kali adalah memasuki Aula Jenderal Sudirman untuk pengenalan personil pendamping, pengarahan salam,  serta sarapan pagi. Usai sarapan, peserta PKKMB mendapatkan berbagai sajian materi ruang yang cukup panjang. Diantaranya, mulai dari nilai kebangsaan (oleh Letnan Satu Arhanud Gustaf), ancaman proxy war (oleh Mayor Arhanud Faris Kurniawan), serta materi tentang penyalahgunaan narkotika (oleh BNN Kota Batu).

Letnan Satu Arhanud Abdul Khabir selaku Pasioplat (koordinator Diklat PPMB Asia) menjelaskan, pada setiap tahunnya Pusdik Arhanud rutin menerima peserta didik Sekolah atau Perguruan Tinggi dari berbagai Kota di Jawa timur. “Dari Polinema 3000 tiap tahun disini. Kemudian ada MAN 3, MIN 1 Malang. SMA Lab. ini bulan depan, dari Mojokerto juga bulan depan, dan yang dekat-dekat ini dari SMP 6 Batu,” ungkapnya.

Berbaris
usai melaksanakan salat zuhur (foto: hadi/API)

Menurut Letnan Khabir, untuk meredam ancaman terhadap keutuhan NKRI ini adalah tugas seluruh warga negara. Semua warga negara mempunyai peran yang sama. Beliau memberi contoh mulai dari yang ada di lingkungan sekitar, seperti kegiatan kerja bakti yang dapat memperkuat kebersamaan dan kekompakan. “Kalau di lingkungan akademik (Perguruan Tinggi) sendiri mungkin sibuk dengan bebrbagai tugas segala macam. Tapi banyak juga contoh-contoh mahasiswa yang aktif terhadap kegiatan kemhasiswaan, seperti mapala itu kan. Itu kegiatan yang bagus, mendidik. Jangan sampai terjerumus ke dalam narkoba,” tambahnya.

Pelatihan Baris-berbaris
Pelatihan Baris-Berbaris yang bertempat di Lapangan Jenderal Sudirman. Pelaksanaan PBB sempat tertunda dikarenakan cuaca yang terlalu terik. Sebelum meninggalkan pangkalan militer, peserta PKKMB diberi kesempatan untuk melihat alutsista milik TNI Pusdik Arhanud. (foto: hendra/API)

“Pada dasarnya saya pengen lihat generasi muda ini benar-benar produktif. Mungkin dari segi kualitas memang nggak sama. Maksud saya mengenai kepintaran kan nggak sama. Yang saya harapkan bukan hanya dari kepintaran saja, karena banyak orang pintar tapi disiplinnya kurang, kemudian kecintaan terhadap bangsa juga kurang. Mungkin sampean juga mengerti, banyak orang-orang pintar di partai (politik), banyak sekali itu dengan gelar yang sangat panjang, tetapi tidak menjamin bahwa dia itu bisa menyelesaikan masalah,” pesan Letnan Satu Abdul Khabir kepada Mahasiswa Baru Kampus Asia.

Penulis: Rosandi Hafi