Etika Lingkungan Terhadap Kesejahteraan Satwa

oleh: Sarah Anis Marsela

122
ilustrasi: Ade Kurniawan
ilustrasi: Ade Kurniawan

Etika lingkungan merupakan nilai dan prinsip moral yang menjiwai perilaku manusia dalam berhubungan dengan alam. Etika lingkungan hadir sebagai respon atas etika moral yang selama ini berlaku, yang dirasa telah mengabaikan hubungan antara manusia dan makhluk hidup bukan manusia. Dalam perkembangannya, etika lingkungan menuntut adanya perluasan cara pandang dan perilaku moral manusia. Salah satu penyebab krisis lingkungan dikarenakan gagalnya pemeliharaan keanekaragaman Sumber Daya Alam hayati dan satwa beserta ekosistemnya.

Fenomena yang mengancam kesejahteraan satwa antara lain berupa pertunjukkan sirkus menggunakan hewan seperti lumba-lumba, harimau, dan sejumlah satwa lainnya. Atas nama edukasi dan hiburan, sejumlah satwa yang mestinya dilindungi, diperas untuk kepentingan komersial.

Selain peragaan sirkus hewan, perdagangan satwa dari bagian tubuhnya, seperti kulit, gading, dan organ tubuh lainnya untuk kebutuhan manusia, menjadi suatu hal yang menarik untuk mendatangkan keuntungan. Dukungan kesadaran masyarakat diperlukan atas upaya untuk melindungi satwa liar yang terancam punah, kendati belum ada langkah sistematis dan massif untuk memberi perlindungan komprehensif terhadap satwa.

Kesejahteraan satwa (Animal Werfare) adalah suatu usaha untuk memberikan kondisi lingkungan yang sesuai bagi satwa sehingga berdampak pada peningkatan sistem psikologi dan fisiologi satwa. Berdasarkan UU no. 18 tahun 2009, Animal Werfare adalah segala urusan yang berhubungan dengan keadaan fisik dan mental hewan menurut ukuran perilaku alami hewan yang perlu diterapkan dan ditegakkan untuk melindungi hewan dari perlakuan setiap orang yang tidak layak terhadap hewan yang dimanfaatkan manusia.¹

Animal Warfare memiliki tiga aspek penting, yaitu Welfare Sciene, Welfare Ethics dan Welfare Law. Welfare Sciene mengukur efek pada hewan dalam situasi dan lingkungan yang berbeda (dari sudut pandang hewan); Welfare Ethics mengenal bagaimana manusia sebaiknya memperlakukan hewan; serta Welfare Law mengenai bagaimana manusia harus memperlakukan hewan.²

 

 

¹ Wita Wahyu Widyayandani, 2010. Kesejahteraan Hewan Bagi Kesehatan Manusia. http://www.profauna.net/id/penyadartahuan/kesejahteraan-hewan-bagi-kesehatan-manusia. Diakses 30 April 2018.

² Anonim, 2009.Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2009. http://www.hukumonline.com/pusatdata/detail/undangundang-nomor-18-tahun-2009. Diakses 30 April 2018