Ketegangan Aksi Demo Undang – Undang Omnibus Law

0

Malang, Api – Pada Hari Kamis tanggal 08 Oktober 2020 telah terjadi aksi demo massa penolakan Undang – Undang Omnibus Law yang dilakukan oleh Aliansi Malang Melawan bersama SPBI (Solidaritas Perlawanan Buruh Indonesia) Serta gabungan dari BEM Malang Raya. Bertempat di Gedung DPRD Kota Malang.

Aksi ini berlangsung dari pagi hingga sore hari. Diawali dengan berkumpul di Stadion Gajayana pada pukul 09.00 WIB lalu long march ke depan gedung DPRD Kota Malang. Sekitar pukul 11.00 WIB masa mulai berkumpul dan bertambah banyak sehingga mereka mulai terus melakukan orasi dan nyanyian – nyanyian penyemangat. Tidak lama kemudian sekitar pukul 11.30 keadaan mulai tidak kondusif dan ricuh oknum – oknum yang tidak diketahui memprovokasi massa dengan mulai melempar botol bekas ari mineral beserta sampah dan petasan ke arah gedung DPRD. Hal ini menyebabkan massa semakin panas dan terjadi tembakan gas air mata beserta water canon pertama pada pukul 11.42.

Setelah kondisi sudah mulai kondusif massa beristirahat dan aksi kembali dilakukan sekitar pukul 13.00 WIB. Massa mulai penuh lagi di depan gedung DPRD dan melanjutkan orasi lagi dengan damai. Terlihat massa yang sedang duduk santai ditengah jalan sambil terus berorasi. Setelah berselang 30 menit mulai ada lagi oknum yang melakukan lemparan batu dan botol – botol bekas air mineral dan terjadi juga pelemparan petasan berkali – kali, merusak dan membakar mobil polisi serta merusak mobil anggota dewan yang sedang melaju menuju gedung DPRD, sehingga memicu ricuh lagi sampai polisi menembakan gas air mata kedua keseluruh penjuru massa yang sedang melakukan aksi. Tidak cukup itu saja para polisi juga mengejar massa dan melakukan penangkapan terhadap massa. Akibat situasi yang kalut terdapar korban luka – luka ringan dan parah langsung diarahkan ke RSU menggunakan ambulance gratis.

Sekitar sore hari pukul 15.00 WIB akhinrnya polisi berhasil membubarkan massa dan kondisi di depan gedung DPRD Kota Malang sudah disterilkan. Setelah itu massa melakukan rundingan dan mediasi kepada polisi untuk masuk kedalam gedung sekitar pukul 16.00 WIB namun massa aksi terutama mahasiswa masih tidak dapat menyampaikan tuntutannya, sehingga aksi berakhir damai sekitar pukul 17.05 WIB. (Gibran/Api)