Kompetisi Teknologi Ramah Lingkungan

85
aitif 2017 (w)

lpmapi.com, Malang – Aitif (Asia Inovasi Teknologi Kreatif) merupakan acara tahunan serta acara terbesar yang diselenggarakan oleh mahasiswa jurusan Sistem Komputer. Perlombaan ini diikuti oleh seluruh pelajar mulai dari Sekolah Menengah hingga Perguruan Tinggi se-Jawa Timur, Minggu (22/10). Mengusung tema  pemanfaatan dan pengembangan teknologi ramah lingkungan,  dimana teknologi baru yang dibuat tidak menghasilkan limbah dan ramah lingkungan. Terdapat tiga jenis kategori perlombaan yaitu line follower analog, line follower mikrokontroller, serta Teknologi Tepat Guna (TTG).

“Persiapan yang telah dilakukan salah satunya mendata sekolah-sekolah yang sebelumnya pernah mengikuti lomba, serta mencari sekolah-sekolah yang ada pembinaan robotik maupun tentang teknologi. Selain itu berkaca pada tahun kemarin dengan cara membuat kuesioner untuk evaluasi pada acara tahun berikutnya. Perbedaan aitif dari tahun sebelumnya dengan tahun ini terletak pada peraturan perlombaan. Jika tahun kemarin peraturan lomba masih coba-coba namun sekarang sudah diperketat,” ungkap Hendar Rahmawan selaku Ketua Pelaksana.

Sunu Jatmika selaku pihak yang terlibat menjelaskan, dari segi kuantitas dan kualitas jumlah peserta tahun ini lebih banyak serta persiapan untuk mengikuti lomba juga semakin baik. Beliau menyebutkan, jumlah peserta yang mengikuti lomba dengan jenis kategori TTG sebanyak 17 tim. Sedangkan dalam lomba jenis line follower analog dan line follower mikrokontroller berjumlah 9 tim serta 40 tim.

Aspek penilaian terdiri dari 2 bagian yaitu analog dan mikro yang menggunakan adu kecepatan. Berbeda dengan TTG yang yang dinilai melalui kesesuaian presentasi dan hasil uji coba teknologi. Lintasan trial perlombaan berbeda dengan tahun sebelumnya, dimana tahun ini terdapat lorong dan tanjakan yang semakin membuat peserta menjadi tertantang.

Pak Sunu menambahkan, bagi peserta yang menjadi juara akan diajukan untuk mendapatkan beasiswa apabila mereka nantinya masuk di Perti Asia, karena melihat dari kemampuan yang dimiliki akan bisa membantu mendongkrak kualitas kampus.

Pemenang dalam perlombaan akan mendapatkan uang pembinaan, piala, dan piagam.“Kita tidak mencari pemenang, yang penting kita sama-sama belajar, harus adil dan sportif,” tutur Hendar.

Penulis: Lisa Deni