Mata Kuliah di Persimpangan Kemanusiaan

76
Eksploitasi Satwa Berwajah Edukasi w
Menjadi penonton, Kamis (13/07/2017) siang. (foto: sandi/API)

Business Practice merupakan salah satu mata kuliah  unggulan dari Perguruan Tinggi Asia. Hal ini diciptakan untuk menghilangkan gab antara dunia pendidikan dengan dunia kerja. Tahun lalu, mata kuliah ini sudah diterapkan selama  empat semester yang ditempuh oleh mahasiswa STMIK-STIE Asia.  Puncak dari mata kuliah bisnis ini diakhiri dengan kunjungan perusahaan yang rutin diadakan oleh Perguruan Tinggi Asia pada mata kuliah wajib BP 4.

Untuk ketiga kalinya (sejak 2016), pada akhir semester mendatang Taman Safari Prigen merupakan destinasi kunjungan yang akan diikuti oleh mahasiswa STMIK-STIE yang tengah menempuh BP 4.  Mata kuliah ini memiliki tujuan untuk memperkernalkan mahasiswa tentang pembelajaran managerial system yang ada di Taman Safari Prigen. Menurut Agus Purnomo Sidi selaku koordiantor BP 4, mahasiswa juga dapat refreshing dengan melihat berbagai atraksi yang ditampilkan oleh berbagai binatang yang ada di Taman Safari Prigen. Menurutnya, Taman Safari adalah tempat yang cocok sebagai tempat pembelajaran mahasiswa dengan mempelajari tiga jenis perusahaan sekaligus, yaitu jasa, retail dan manufaktur.

“Taman Safari memproduksi hewan dan hasil dari hewan tersebut. Di sana ada pembibitan dan pengembangbiakkan hewan yang sudah punah dan semacam konservasinya. Jasanya memberikan hiburan dan edukasi untuk para pengunjung. Retailnya adalah dia mengambil barang lain kemudian dikasih label taman safari lalu dijual di taman safari,” ungkap Koordiantor BP 4 saat ditemui di ruang dosen kampus II Perguruan Tinggi Asia, Senin (23/04/2018) siang.

Namun, kunjungan perusahaan dengan pertunjukkan sirkus di dalamnnya, akan memunculkan sebuah pertanyaan tentang perlindungan satwa: mengapa mahasiswa sebagai individu terpelajar, harus diarahkan untuk melihat (bisnis) pertunjukkan atraksi satwa yang dapat mengancam populasi satwa?

Terkait sirkus hewan, Koordinator BP 4 memiliki alasan tersendiri. Menurutnya permasalahan tentang perlindungan hewan tergantung dari perspektif tiap individu. Ia menambahkan bahwa Taman Safari juga dapat digunakan sebagai tempat pemberdayaan hewan-hewan langka.

Ia juga menambahkan sebagai bahan pertimbangan BP 4 memilih Taman Safari sebagai destinasi kunjungan perusahaan, adalah minimnya perusahaan yang mampu dan mau menampung mahasiswa dalam jumlah yang sangat besar. Perusahaan besar seperti Kusuma Agro wisata digadang-gadang akan menggantikan kunjungan Taman safari Prigen. Kusuma Agro Wisata dianggap sebagai perusahaan yang efektif dan memiliki nilai edukasi yang tinggi.

“Kemarin sih sudah berencana untuk mengalihkan  ke Kusuma Agro Wisata. Tetapi karena pertimbangan waktu, kita harus cepat untuk mengambil keputusan sedangkan dari Kusuma masih belum ada hubungan sama sekali. Mungkin kalau ada BP 4 tahun depan sudah pindah tempat ke yang lain lagi,” ujar pria bersuara berat tersebut.

Penulis: Lody Sampurna