Materi Ruang Pengenalan Kampus

59
Senam pagi
Sebelum agenda materi ruang pada hari ke dua, peserta PKKMB melaksanakan senam pagi, Jumat (29/09). (foto: alvin/API)

Perguruan Tinggi Asia kembali menyambut para mahasiswa baru pada hari ke dua berlangsungnya PKKMB, Jum’at (29/09/2017). PKKMB bertujuan untuk mempersiapkan mahasiswa baru dalam transisi menjadi mahasiswa yang sadar akan hak dan kewajibannya, sehingga dapat memberikan semangat, serta mendukung keberhasilan studinya di Perguruan Tinggi. Materi ruang pengenalan kampus dibagi menjadi dua kelompok, yang di langsungkan di ruang Harvard bagi mahasiswa STMIK dan ruang Salesmanship bagi mahasiswa STIE.

Untuk dapat menyelesaikan studinya, ada sejumlah Satuan Kredit Semester (SKS) yang wajib ditempuh oleh mahasiswa. Sehingga penting bagi para mahasiswa baru untuk menjadi pribadi yang aktif agar dapat lulus tepat waktu. Ada pula layanan yang diberikan bagi mahasiswa sebagai sarana yang membantu mereka untuk melaksanakan studi dengan baik. “Agar dapat lulus tepat waktu, mahasiswa harus merencanakan merencanakan matrik studinya atau SKS terlebih dahulu dan mengikuti semuanya dengan baik. Selain itu, konsultasi tentang masalah studi ke dosen wali juga penting, agar masalah tersebut dapat diselesaikan tanpa mengganggu studinya,” jelas Fathorrohman, Pembantu Ketua I STIE Asia.

Pada tahun ajaran 2017/2018 kali ini, ada sistem Card Point yang bertujuan untuk membantu mahasiswa dalam menjalankan studinya dan mengembangkan kemampuan mereka. Card Point ini sebenarnya sudah banyak dilakukan di Perguruan Tinggi lainnya, sehingga mahasiswa diharapkan tidak hanya fokus pada aktivitas akademis, namun juga pada aktivitas non akademis yang bisa menunjang skill tambahan. “Sekarang itu, mahasiswa lulus ada yang namanya SKPI (Surat Keterangan Pendamping Ijazah). Nah, di SKPI itu, konten yang ada menjelaskan bahwa mahasiswa ini lulus tidak hanya mendapatkan ijazah, tapi ada skill-skill tambahan. Pernah mengikuti aktivitas apa, aktif di organisasi sebagai apa. Sehingga, melihat pada kondisi tersebut, maka perlu diberlakukannya Card Point itu untuk mahasiswa sebagai bentuk control saja, supaya mahasiswa ini memenuhi standart minimal yang harus dicapai pada saat dia akan menjalankan sidang skripsi ataupun tugas akhir,” terang Murtianingsih, selaku PK III.

Penulis: Anita Karisma