Menggarap Lahan Baru

69
Proyek Perluasan Area Parkir (w)
Merobohkan bangunan lama adalah tahap awal dari proyek perluasan area parkir kampus STMIK Asia Malang, Jumat (26/05) pagi. (Alvin/API)

Proyek penambahan area parkir STMIK Asia Malang menjadi satu-satunya solusi atas semakin sulitnya mengatur kendaraan yang diparkir.  Pengguna parkir seringkali melampaui kapasitas lahan yang tersedia. Pada hari-hari tertentu, seringkali sepeda motor sampai diparkir di area mobil. Begitupun sebaliknya.

Rumah yang dulunya “warung asia”, beberapa waktu lalu telah resmi diambil alih kepemilikannya oleh pihak Perti Asia. Saat ini bangunan tersebut sudah masuk dalam tahap pembongkaran. Lahan baru yang masih dalam proses pembangunan ini pada rencana terdekatnya akan digunakan sebagai penambahan area parkir.

Ketua STMIK-STIE Asia Malang, Ir. Teguh Widodo, M.M. menjelaskan, bahwa masih belum ada proyek pembangunan untuk jangka panjang, dikarenakan kebutuhan yang paling menyulitkan saat ini adalah area parkir. Ia mengaku belum bisa memastikan target waktu untuk merampungkan proyek ini.

ya ini masih di proses sih. karena septic tank (penampung air limbah)-nya belum ketemu, harus nyari pemilik rumahnya. Tinggal itu tok.. nggak di-paving (dipasang ubin),” ungkapnya saat ditemui di ruang ketua, Senin (05/06) siang.

 Sistem Keamanan

Sistem keamanan bagi kendaraan mahasiswa yang digunakan selama ini adalah dengan menggunakan kartu parkir. Pak Teguh menjelaskan, bahwa untuk sistem keamanan kendaraan mahasiswa akan tetap menggunakan kartu parkir. Beliau menceritakan, sebenarnya pemberlakuan kartu parkir bagi kendaraan mahasiswa digunakan sebagai pengganti Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), agar lebih memudahkan mahasiswa. Sebelum ada kartu parkir, sistem keamanan kendaraan yang parkir dengan menunjukkan STNK.

Hal senada diungkapkan oleh pihak bagian Fasilitas, Mahindra M. Putra, S.H. Menurut penuturan beliau,  sistem keamanan akan tetap sama seperti sebelumnya.

“Malah kalau bisa lebih ketat lagi. Mungkin kalau (parkir) mobilnya kaya di valetkan. Kan ngatur e nggak gampang juga nanti disana. Lahan e kan terbatas juga,” kata Pak Indra.

Mengenai pos keamanan, Pak Teguh menambahkan, bahwa untuk sementara masih tetap ditempatkan di halaman depan STMIK Asia.

“Mungkin di sana nanti untuk (parkir) mobil. Mungkin mobilnya pindah sana semua. Tapi kalau disini (halaman depan) cukup, ya disini semua,” tambahnya lagi.

Penulis: Rosandi Hafi