Profil LPM Asia Pers Independen

Nama: Asia Pers Independen (API)
Berdiri: 15 Maret 2012
Ketua: Muhammad Luqman Fransnudin (November 2015 – Mei 2017)
Pembina: Lukman Hakim S.Si., M.Si.
Pendiri: Imam Kurniadi
Jenis Organisasi: Unit Kegiatan Mahasiswa
Email: timapiasia@gmail.com
Fanpage: LPM API
Twitter: api_journalist
Instagram: lpm_api

Asia Pers Independen (API) adalah organisasi dan wadah komunikasi mahasiswa STMIK/STIE ASIA. Tujuannya adalah untuk melaksanakan kegiatan jurnalistik dengan menggunakan media cetak, elektronik, dan segala jenis saluran yang tersedia secara faktual, aktual, berimbang, dan terpercaya sesuai kode etik pers mahasiswa. Pada BEM periode 2012/2013, Menteri Komunikasi & Informasi, Imam Kurniadi mempunyai proker membuat majalah kampus sebagai sarana media informasi baik dari kampus maupun mahasiswa agar mendapatkan informasi secara menyeluruh. Selain sebagai media informasi, majalah tersebut nantinya menjadi wadah kreatifitas atau karya organisasi atau mahasiswa yang ada di Kampus Asia, sebab selama ini tidak ada media yang menampung informasi dan kreatifitas mahasiswa. Oleh karena itu, ia membentuk tim dalam proses pengerjaan majalah. Pertama kali ia mengajak teman sekelas mata kuliah photography yang bernama Anastasia Kadiani. Selanjutnya ia mengajak teman-teman kosnya untuk bergabung dalam tim pembuatan majalah tersebut. Setelah banyak ide nama dari tim, akhirnya terpilih secara demokrasi yaitu API (Asia Punya Inspirasi) dan Imam Kurniadi sendiri yang menjadi ketua tim API.

Setelah tim tersebut berjalan selama satu bulan, Imam mendapat kabar dari PK 3 yang saat itu masih dijabat oleh Bapak Agus Rahman, S.Pd., M.M. bahwa STIE juga membentuk tim untuk membuat majalah tetapi tim tersebut hanya sebagai media informasi khusus kampus STIE. Akhirnya ia mencoba komunikasi dengan tim yang ada di STIE yang waktu itu diketuai oleh Yohanes. Imam mempunyai pikiran karena dirinya BEM sedangkan visi misi dari tim Yohanes juga tidak jauh berbeda dengan tim API, akhirnya ia menggabungkan kedua tim tersebut dan tetap menjadi ketua.

Nama Inspirasia diambil dari nama tim lama yaitu “Inspirasi” dan nama lembaga tempat kita kuliah yaitu Asia. Untuk kestrukturalan API yang sampai sekarang yaitu Imam sebagai ketua untuk tim API yang lama dan tim API yang baru mengundurkan diri karena harus mengerjakan proker Menkominfo yang lain. Akhirnya, Imam Kurniadi mengangkat Dian sebagai ketua. Kemudian digantikan oleh Septian yang sebelumnya merupakan wakil dari Yohanes selama setengah periode dan diteruskan oleh Rina yang sebelumnya merupakan wakil ketua. Setelah itu lanjut pada periode 2014-2015 Imam Fauzi menjabat menjadi Ketua API, dilanjutkan oleh Muhammad Luqman Fransnudin pada November 2015.

Dalam perjalanannya, setelah BEM perioade 2012/2013 selesai, API tidak langsung menjadi organisasi di Asia. API harus melewati masa-masa sulit sebagai komunitas dan harus berkarya dengan dana sendiri selama kurang lebih 3 tahun. Selama 3 tahun itu pula API mengajukan menjadi organisasi yang diakui dan mempunyai SK organisasi di Asia.  Untuk di PPMI Malang sendiri API tidak langsung menjadi anggota pada awal terbentuknya organisasi API ketika Imam mendeklarasikan API di Musyawarah Kota PPMI yang saat itu diketuai oleh Dedi. Semua SK sebagai anggota PPMI dan SK UKM turun pada masa jawaban Muhammad Luqman Fransnudin. Setelah empat tahun menjadi komunitas, API resmi menjadi UKM di ASIA pada tanggal 10 Mei 2016. Produk-produk yang dikeluarkan oleh API, antara lain: Majalah Inspirasia (terbit satu tahun sekali), Buletin Asia Speak (terbit satu tahun tiga kali), serta penerbitan berita melalui media online (website, fanpage, twitter, dan instagram).