Wakil Mahasiswa, Penampung Aspirasi

62
Wajah Baru BPM
ilustrasi: a6

Selama ini kita sering mendengar adanya Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM), Badan Perwakilan Mahasiswa (BPM), Dewan Legislatif Mahasiswa (DLM), Dewan Mahasiswa (DEMA), Parlemen Mahasiswa, dan lain-lain. Sebenarnya, istilah-istilah tersebut hanya penyebutan yang telah disepakati oleh setiap kampus yang ada di Indonesia. Perguruan Tinggi STMIK-STIE Asia Malang menyebutnya sebagai BPM, badan bersifat legislatif yang salah  satu tugasnya adalah menampung aspirasi mahasiswa.

Program kerja yang telah dibuat oleh BPM periode sebelumnya (yang dilantik pada 18 Desember 2015), terbilang belum terselesaikan dengan maksimal, dikarenakan banyak agenda yang harus dilalui. Mulai dari penyusunan AD/ART, program kerja hingga Kongres KEMA (Keluarga Mahasiswa selama bulan April setiap hari Sabtu). Belum lagi, setelah agenda Kongres KEMA tersebut, BPM masih melakukan beberapa revisi terkait penyusunan AD/ART. Sehingga, program kerja penyediaan kotak saran bagi mahasiswa mulai terlaksana sebelum libur hari raya Idul Fitri, kisaran bulan Mei-Juni. Program kerja yang baru terlaksana ini pun, akhirnya terhalang masa libur dan baru terealisasi pada bulan Oktober. “Hal ini yang membuat proses semakin lama. Ada kendala libur dan banyak proses yang harus dilalui dengan pihak kemahasiswaan dan bagian fasilitas untuk menentukan letak kotak suara,” ungkap Tomy Togar Pranata Panjaitan, mantan ketua BPM periode 2015-2016.

Dalam pelaksanaan program kerja penyediaan kotak saran, bagian Komisi Kajian Strategi di BPM terus memantau perkembangan dengan melakukan pengecekan kotak saran setiap dua minggu sekali. “Cukup banyak aspirasi mahasiswa yang telah dikumpulkan. Namun, BPM tetap menyeleksi aspirasi yang paling dominan dari seluruh aspirasi yang ada. Sayangnya karena masa periode yang segera berakhir, aspirasi yang telah dipilih tersebut belum sempat disampaikan ke pihak Perguruan Tinggi, dan akan diteruskan kepada pengurus BPM periode selanjutnya,” ungkap Nurul Huda Oktaviani Poluan, mantan Sekretaris BPM periode 2015-2016

Menurut Nurul, BPM tahun lalu sudah menjalankan tugas sesuai dengan salah satu visi-nya, yaitu berusaha lebih mengenalkan BPM kepada mahasiswa. “Se-enggak-enggaknya segelintir mahasiswa mulai mengerti-lah.. bahwa, oh ada ya yang namanya BPM,” tutup Nurul saat wawancara di Kampus II, Senin (16/01) siang.

“Pada intinya semuanya baik dan menjalankan sesuai amanah,” kata Bu Vina, selaku penanggung jawab bagian kemahasiswaan.

Seperti kita ketahui, sosialisasi BPM telah dilakukan pada saat PKKMB untuk mengenalkan kotak saran. Selain itu, BPM juga pernah mengadakan pembagian angket untuk mengetahui suara mahasiswa mengenai fasilitas, pelayanan, serta dosen di kampus, kepada 30% mahasiswa di setiap program studi.

Penulis: Euis Hanifah